Cilincing, Jakarta

Cilincing, Jakarta

Selasa, 02 September 2008

Ada apa dengan India

Sepertinya menarik membicarakan fenomena India yang bisa seperti sekarang, terutama perkembangan perekonomian dan IT. Untuk kemajuan IT kayanya tidak perlu dibantah lagi. Negara ini sudah bisa menjadikan software sebagai salah satu komoditas ekspor yang paling utama. Dalam bidang ekonomi juga sangat mencengangkan, dalam posisi 10 besar orang terkaya di dunia, orang-orang India menduduki empat posisi (bukan posisi 4). Demikian juga industri mobil kian maju, bahkan Tata group, perusahaan mobil asal India, telah membeli perusahaan mobil top Jaguar. Bagaimana dengan industri Motor mereka? tentunya kawan-kawan sudah banyak melihat atau mungkin mempunyai Bajaj Pulsar yang terkenal irit dan harganya cukup terjangkau (murah) untuk ukuran motor yang menawarkan teknologi seperti itu. Kata temen saya, katanya ngejualnya seperti kacang goreng, laris manis di pasaran.

Kalo yang saya amati selama ini (kebetulan saya bekerja di perusahaan India), mungkin factor-faktor berikut turut mempengaruhi kenapa India bisa menjadi sekarang. Mungkin bangsa kita bisa belajar banyak dari sini.
1. Rata2 fasih berbahasa Inggris => bahasa nasionalnya bahasa Inggris, disamping bahasa Hindi
2. Melek IT, meski gak semuanya jago => katanya SD udah diajarin algoritma pemrograman
3. Mau di bayar murah alias lebih rendah dari expected salary orang bule dengan posisi yang sama.
4. Pendidikan disana murah => bahkan pernah dulu SBY berkunjung ke India, waktu ceramah/tanya jawab dengan mahasiswa asal Indonesia yang belajar di India, ada salah satu mahasiswa yang dari awal sampai akhir cuman mengkritik (kalau tidak mau dibilang menjelek-jelekkan) Indonesia didepan SBY khususnya mengenai betapa mahalnya pendidikan di Indo dibanding India

Dengan kondisi yang seperti diatas, perusahaan IT dunia berlomba2 membuat center of development di India, dan perusahaan IT dunia mana sih yang gak diisi/dipenuhi orang India. Dan kalau nemu permasalahan dengan pemrograman, yang ujung-ujungnya ngasi solusi biasanya ya orang India.

Mungkin buku ini lebih bisa menerangkan kenapa India (dan juga Cina) bisa menjadi seperti sekarang ini, saya juga pengen baca buku ini ...

"The Elephant and the Dragon: The Rise of India and China and What It Means for All of Us" karangan Robyn Meredith

yang membahas tentang Fenomena Kebangkitan India dan Cina yang Luar Biasa.

Senin, 01 September 2008

Musim Hujan, Flood Indonesia Year 2008?

Sebagai orang Bali, dilahirkan di Bali, dan tumbuh dewasa di Bali, setidaknya sampai SMA, saya juga turut merasa senang Pariwisata Bali mulai menggeliat lagi kawan ...setelah Bom Bali II.
Namun apakah hal ini didukung oleh kondisi di Ibu Kota Jakarta?
Disaat pemerintah gencar-gencarnya mempromosikan Visit Indonesia Year 2008, tol bandara Soekarno Hatta malah kebanjiran, huhhh ....wisatawan diajak "Wisata Transportasi Terpadu" dulu dari Bandara (Udara-Darat-Air-Darat). Turun dari pesawat, jalan darat naek taksi, sampai bagian jalan tol yang banjir, naek perahu karet, habis itu naek taksi lagi.
Dari obrolan-obrolan ringan, terungkap bahwa banjir parah ini terjadi karena daerah yang selama ini menjadi daerah resapan air, sudah disulap menjadi Pantai Indah Kapuk. Hal ini mengakibatkan drainase di sepanjang tol bandara menjadi kacau balau. Tanpa hujan pun, permukaan air rawa-rawa sudah lebih tinggi dari jalan raya.
Di samping tol bandara, jalan-jalan protokol juga gak kalah parahnya. Karena drainase yang buruk, begitu hujan deras dikit aja, beberapa jalan protokol Ibu Kota sudah digenangi air alias banjir. Kalau sudah begini, aspal lama-lama akan menjadi agak lunak (mungkin,opini pribadi), begitu kendaraan berat lewat, ya udah jalanan jadi hancur/berlubang.

Opini tentang Kontrak Gas Ladang Tangguh

Isu ladang tangguh cukup mengagetkan, disaat harga gas eceran dalam negeri kian mahal, ternyata gas dijual sangat murah ke luar negeri.
Kita disini tidak mencari siapa yang salah, tapi mencoba mencari apa sih yang terjadi di masa lalu. Sehingga kita harapkan bisa belajar dari kesalahan di masa lalu, sesuai dengan pepatah "Pengalaman adalah guru yang terbaik". Masalahnya ini menyangkut nasib bangsa ... ratusan juta jiwa menggantungkan harapan pada kontrak tersebut (negara dirugikan Triliunan rupiah, pemasukan APBN berpotensi lenyap), melakukan kesalahan sedikit saja, akibatnya akan diderita oleh ratusan juta jiwa selama puluhan tahun, ingat pasal 33 UUD 1945.
Mereka (pemerintah) itu digaji oleh pajak dari rakyat, mungkin termasuk juga pajak dari gaji saya ataupun gaji kawan2 sekalian ... dan saya tidak mau membayar orang yang tidak profesional sama sekali dalam menentukan nasib kita semua.
China saya yakin tidak bodoh, sama dengan Amerika (Freeport), Singapura (Telkomsel), maupun Malaysia (XL, Astro), atau bangsa lain yang sudah menguasai aset/kekayaan alam indonesia ...
Contoh: Kontrak Freeport pun sangat merugikan Indonesia, begitu mau di nego ulang, kongres Amerika mengirimkan surat ke Pemerintah Indonesia untuk membebaskan 3 tahanan OPM (Organisasi Papua Merdeka)
Paling-paling negosiasi ulang akan menemui jalan buntu atau hanya sekedar formalitas belaka, ingat mereka itu tidak bodoh.
Karena itu, dari awal pemerintah kita seharusnya tidak boleh lengah (kalau tidak mau dibilang oon) sedikitpun dalam penandatanganan kontrak seperti ini, karena negara2 luar itu sangat pintar dan licik ....mereka memanfaatkan kelengahan kita sekecil apapun untuk menguasai kekayaan alam kita ... sudah cukup kita dibodoh-bodohi oleh bangsa lain.

Atau mereka yang menandatangani/ACC kontrak "berpura-pura bodoh/oon" karena sudah diberi amplop???? ==> tugas KPK mengusut

Kita tunggu apa tim bentukan SBY akan membuahkan hasil

Steve Jobs Pilot Apple dan Masinis Pixar

Steve Jobs memang sosok pemimpin yg luar biasa ... dia mampu
mengangkat Apple menjadi sperti skarang, padahal Apple sndiri yg pernah
mengusirnya dulu (ironis skali, perintis Apple adalah Steve Jobs, berawal dari garasi rumah bokapnya).
Dibawah kepemimpinan Steve Jobs, Apple menjadi perusahaan komputer yg paling gaul didunia. Lihat saja produk-produknya, seperti Ipod, Mcbook Air dan yang paling fenomenal adalah IPHONE, tentunya juga IPHONE 3G. Kalo orang membeli produk Apple, slain membeli inovasi ataupun multimedia yg handal, orang secara tdak langsung juga membeli prestise.
Satu lagi perusahaan yg dipimpinnya, studio animasi Pixar, bisa saya katakan juga meraih sukses, lewat film-film animasi Finding Nemo, The Incredibles dan film terbarunya yang kini masih diputar di bioskop-bioskop Indonesia yaitu WALL-E

Transformasi Peradaban, Perantau lupa Bali?

Sebenarnya kalo dibilang melupakan sih ngga ya, hanya secara domisili saja mereka yang dirantauan, jauh dari kampung halaman. Kebanyakan sih orang2 Bali di rantauan, khususnya di Jakarta, saya amati masih sangat kuat ikatannya dengan Tanah Kelahiran (Bali) hal ini bisa dilihat dari hal2 berikut:

  1. Hari2 Raya kebanyakan menyempatkan diri pulang kampung untuk merayakan bareng keluarga
  2. Mencari pacar/pasangan hidup diusahakan orang Bali/seagama Hindu

Cuman fenomena seperti ini memang sering terjadi (menurut pengamatan saya):

    1. Anak pengen sekolah di luar Bali, karena kualitas pendidikan yang lebih baik ataupun ingin membuka wawasan
    2. Ortu jual tanah ke orang asing buat sekolahin anak
    3. Anak lulus sekolah, kebanyakan mencari kerja di luar bali/rantauan, karena gaji yang lebih besar ataupun kadung udah klop dengan pergaulan di rantau
    4. Begitu sukses, membeli tempat tinggal/tanah di rantauan sebagai prioritas, bukan membeli tanah yang dulunya dijual ma ortu รจ sesuai dengan falsafah hidup, penuhi dulu Sandang, Pangan dan Papan.

Bangsa Arya en Bangsa Dravida in India

Begitu baru pindah ke perusahaan baru, Tech Mahindra, kawan2 di millist Muda Kencana langsung nanyain, gimana rasanya bekerja dengan orang India, sambil bercanda saya bilang banyak bergaul dengan bangsa Dravida disini. Terus ada yang nyeletuk, berarti teman2 mu kayak Rahwana dunk? mereka Bangsa Arya kali ....
Iseng-iseng saya coba gali tentang Bangsa Arya dan Bangsa Dravida, sekalian mengingat pelajaran sejarah SMP tentang peradaban-peradaban tertua di dunia.

Bangsa Arya


Menurut crita pemulung pengetahuan, bangsa Arya adalah salah satu bangsa tertua didunia, berasal dari India Utara dan Iran. Malah menurut Hitler, bangsa Arya adalah bangsa unggulan dan bangsa Jerman merupakan keturunan langsung Bangsa Arya, oleh karena itu Hitler memilih Swastika (salah satu simbol milik Bangsa Arya) sebagai lambang Nazi. Inilah salah satu jawaban yang logis, yang mampu menjelaskan kenapa lambang NAZI sama dengan lambang Agama Hindu

Bangsa Dravida

Biar lebih jelas tentang Bangsa Dravida mungkin perlu diingat lagi pelajaran sejarah Peradaban Sungai Indus

http://neonovan.topcities.com/sejarah_peradaban_dunia.htm

PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS


I Letak Geografis

· Di sebelah Utara berbatasan dengan China yang dibatasi Gunung Himalaya

· Selatan berbatasan dengan Srilanka yang dibatasi oleh Samudera Indonesia

· Barat berbatasan dengan Pakistan

· Timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh


II Peradaban sungai Indus (2500 SM)

· Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa.

· Penduduk Mohenjodaro & Harappa adalah bangsa Dravida

· Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota tua yang dibangun berdasarkan :

· Perencanaan yang sudah maju

· Rumah-rumah terbuat dari batu-bata

· Jalan raya lurus dan lebar

· Saluran air bagus

· Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan Harappa dengan Sumeria.

Pada abad 16 SM, bangsa Arya (pengembara) datang ke India secara bergelombang dan menetap di dataran rendah Sungai Gangga dan Sungai Yamuna.

Akibat kedatangan bangsa Arya maka penduduk asli menjadi golongan manusia yang paling rendah yaitu kasta Syudra. Pembagian kasta oleh bangsa Arya dimaksudkan supaya tidak terjadi percampuran antara penduduk asli dan bangsa Arya.

Kasta dibagi menjadi 4 srata yaitu :

1) Kasta Brahmana, para pendeta

2) Kasta Ksatrya, Raja dan tentara (Arya)

3) Kasta Waisya, pedagang dan penguasa

4) Kasta Syudra, buruh dan petani

Selain itu terdapat juga Golongan Paria yaitu golongan tanpa kasta yang sangat hina dan menyedihkan.


III. Konsep Kepercayaan

1) Agama Hindu

· Kepercayaan bangsa Arya adalah Hindu

· Kitab sucinya Weda

· Dewa Terpenting agama Hindu adalah :

· Brahma, dewa pencipta alam

· Wisynu, dewa pemelihara Alam

· Syiwa, dewa perusak alam

· Falsafah Hindu yaitu "Uppanisad" pada intinya membahas hubungan antara Brahman dan Atman. Brahman sumber kesucian dan kebersihan sedangkan Atman adalah manusia

2) Agama Budha

· Lahirnya agama Budha merupakan reaksi terrhadap agama Hindu, yang dipelopori oleh Sidharta Gautama (566-486 SM), anak Shidodana, Raja Kapilawastu Nepal.

· Agama Budha berkembang pesat pada masa Raja Asyoka (3 SM) hingga menyebar ke Srilanka, China, Jepang, Thailand,Kamboja dan Indonesia.

iv. Kesusastraan

Kesusatraan India yang terkenal adalah kisah Mahabrata dan Ramayana, yang berisi tentang perang antara Pandawa dan Kurawa.

Kenapa PLN kaga pernah berubah?

Beginilah kalau listrik monopoli oleh negara, masyarakat tidak ada pilihan lain selain PLN, coba ada competitor, saya yakin listrik di Indonesia ga akan seperti ini. lihat saja Telekomunikasi, swasta juga bisa bermain didalamnya. Masing2 berlomba meningkatkan layanan, infrastruktur dan tarif yang semakin kompetitif (malah XL pernah dinobatkan menjadi operator dengan tarif bicara termurah kedua di Asia tenggara setelah operator Thailand) .....
Kalau saja listrik tidak dimonopoli oleh PLN, pasti PLN ngerasa jengah, untuk terus berbenah, mencari sumber energi alternatif, untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Mana yang mampu memberikan service yang terbaik akan diserbu oleh masyarakat. Kalau sekarang sudah diinjak2, dirugikan sama PLN tetep tidak bisa mencari yang lain ....

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/07/13/113301/971162/283/pemadaman-pln-bukittinggi-tidak-konsisten

plnbukittinggi.com/ist.
Jakarta - Belakangan ada pemadaman listrik rutin untuk kota Bukittinggi dan sekitarnya. Saya bisa maklum karena menurut petugas ada kerusakan mesin pembangkit di Danau Singkarak.

Tapi, yang bikin saya sedikit kecewa karena PT PLN Cabang Bukittinggi tidak konsisten dengan jadwal yang telah mereka keluarkan. Padahal saya selalu menelepon setiap pagi untuk mengetahui jadwal harian.

Dalam minggu ini telah dua kali jadwal berubah tanpa pemberitahuan. Jadwal listrik padam yang saya terima di daerah saya tidak sama dengan kenyataan. Padahal saya telah "mengusir" pelanggan saya (usaha saya buka warnet) untuk menjaga (perawatan, red.) PC saya.

Tapi, setelah semua pelanggan pergi listrik tidak jadi padam. Dari segi finansial saya jelas-jelas dirugikan. Say mohon perhatian dari pihak terkait. Terima kasih.

Anda Pengunjung ke